Detik1News.Com
BANDUNG – Barisan Jaga Indonesia Raya (BAJA) Perwakilan Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendorong terwujudnya keadilan sosial, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan melalui empat pilar utama perjuangan.
Perwakilan BAJA Provinsi Jawa Barat, Rd. Yadi Suryadi, mengatakan empat pilar tersebut meliputi pendidikan berkarakter, kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan, pelestarian kebudayaan serta nilai-nilai luhur, dan pelestarian ekologis.
Menurutnya, keempat pilar tersebut menjadi landasan bagi BAJA dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
BAJA hadir bukan sekadar menjadi organisasi kemasyarakatan biasa, tetapi sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan yang berkeadilan, ujar Yadi dalam keterangannya di Bandung, Senin (26/10/2026).
Pendidikan Berkarakter Jadi Fondasi Pembangunan
Yadi menjelaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, akhlak, wawasan kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Karena itu, BAJA mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pendidikan berkarakter, diharapkan lahir generasi yang memiliki integritas, daya saing, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan bangsa.
Perkuat Kewirausahaan dan Ekonomi Kerakyatan
Pilar kedua berfokus pada penguatan kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan. BAJA memandang potensi ekonomi daerah dan kekayaan alam harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan kewirausahaan, serta peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas kesempatan usaha dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.
Yadi menegaskan, pembangunan ekonomi harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berdaya, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.
Kebudayaan dan Nilai Luhur Harus Tetap Terjaga
Selain pendidikan dan ekonomi, BAJA menempatkan kebudayaan serta nilai-nilai luhur sebagai pilar penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Yadi menilai perkembangan zaman dan modernisasi harus diimbangi dengan upaya menjaga identitas serta jati diri bangsa. Budaya lokal, kearifan masyarakat, semangat gotong royong, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur perlu terus dilestarikan.
Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi modal sosial untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pelestarian Ekologis Jadi Perhatian
Pilar keempat adalah pelestarian ekologis. BAJA menilai pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan hidup agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Pengelolaan sumber daya alam, menurut Yadi, perlu dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
Pengelolaan sumber daya alam harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan untuk generasi mendatang, tegasnya.
Ia menambahkan, prinsip tersebut sejalan dengan semangat konstitusi, khususnya Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Empat Pilar Bermuara pada Keadilan Sosial
Yadi menegaskan, keempat pilar perjuangan BAJA tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pendidikan yang berkualitas, ekonomi masyarakat yang kuat, kebudayaan yang terjaga, serta lingkungan yang lestari merupakan unsur penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Pendidikan yang baik melahirkan pengusaha yang tangguh, masyarakat yang berbudaya menjaga alamnya dengan bijak. Semuanya bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ujarnya.
Ia menyampaikan, BAJA Jawa Barat berkomitmen mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Komitmen tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan di Jawa Barat, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan, gotong royong, keadilan, dan keberlanjutan.
Melalui empat pilar tersebut, BAJA Jawa Barat berharap dapat mengambil peran dalam memperkuat kehidupan sosial, mendorong kemandirian ekonomi, menjaga identitas budaya, serta mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
( Andi )























