Prof Dr Sutan Nasomal Menghimbau Lahan Gambut Saatnya Dijadikan Pertanian Perkebunan Bukan Dibakar Ironis!!!

DETIK 1 NEWS

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:55 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Masalah lahan hutan yang letaknya kebanyakan jenis gambut selama ini dibakar sebaiknya dijadikan lahan pertanian tumpang sari dan perkebunan lebih berazas manfaat kedepannya, pemerintah sebaiknya mencoba berusaha mengusahakan seperti ini agar lahan eks hutan berdaya guna menciptakan perekonomian rakyat dan jutaan lapangan pekerjaan bila perlu buat program transmigrasi menghapus pengangguran yang semangkin membengkak setiap tahunnya “, ujar Prof Dr, Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen berkaitan Presiden Mengundang puluhan Profesor dari berbagai Universitas di Indonesia kemaren ke istana presiden di jakarta membahas masalah eks hutan lahan gambut di Indonesia permasakahan juknis teknis mengatasi solusi mengatasinya di kantor nya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung jakarta 1/19/2026 via telpon selulernya.

Bogor, Persoalan kebakaran hutan saat ini tentu menjadi perhatian besar Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto di Istana Jakarta. Dampak dari kebakaran hutan tentu mengganggu kestabilan hubungan baik antar tetangga negara di ASIA. Dengan kondisi tersebut maka perlu informasi akurat yang harus diterima Presiden RI agar tepat mengambil langkah langkah memperbaiki keadaan di lahan gambut yang berada di Sumatera Kalimantan serta Sulawesi.

Apa yang harus di lakukan Presiden RI agar tidak ada lagi lahan gambut yang terbakar serta merugikan masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah pertama.

Lahan Gambut memiliki kandungan vitamin yang subur pada tanahnya dan menyimpan air yang sangat banyak. Hanya saja tanah dan air di wilayah gambut mengandung asam yang tinggi serta gas.

Tanah gambut adalah lahan yang sangat subur. Maka perlu kajian dan arahan para ahli tanah dan air agar bisa dimanfaatkan lahan gambut.

Pohon Teh adalah jenis tumbuhan yang mudah di tanam serta subur di tanah gambut dengan dukungan draenase yang baik. Menciptakan perkebunan Teh di lahan gambut tidak sulit karena saat ini dukungan tekhnologi sudah memadai dan menggunakan fosfor bisa mewujudkannya agar keasaman tanah berkurang.
Apalagi merubah air keruh di lahan gambut agar bisa menjadi air bersih bisa diwujudkan.

Perkebunan AKASIA juga sangat cocok di lahan gambut sebagai sumber tersedianya bahan untuk kertas.

Perkebunan Buah Nanas. Buah Semangka, Perkebunan Kopi. Perkebunan Karet. Tanaman Palawija juga sangat bagus di lahan gambut. Lahan gambut juga bisa dibuat persawahan dan tumpangsari.

Permasalahannya saat ini wilayah tanah gambut sangatlah luas maka perlu program dan modal yang cukup untuk memanfaatkan lahan gambut agar menjadi perkebunan. Sarjana pertanian di Indonesia sangatlah banyak yang bisa di serap pemerintah dengan membangun badan perkebunan di lahan gambut. Transmigran harus kembali di hidupkan untuk pertanian. Dalam waktu 5 tahun mendatang lahan gambut ini sudah bisa menunjukkan hasil dan perekonomian akan meningkat. Presiden harus memahami hal ini.

Dari pada tiap tahun Presiden RI pusing dikritik dampak dari kebakaran di lahan gambut. Maka Prof DR Sutan Nasomal SH,MH memberikan saran dan himbauwan agar Pemda bersama TNI dan Polri dan masyarakat transmigran diberikan mandat dan modal membangun perkebunan di lahan gambut. Juga bertanggung jawab tidak boleh ada kebakaran hutan dengan hukuman yang tegas.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Ketua Umum Perkumpulan Advokat muda Indonesia Assotion Of Yeung Infonesian Advocates Rektor Universitas Pronass Rektor Sekolah Tinggi Bangsa Negara Bersatu Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
26 Tahun HIMLAB Raya Jakarta: Abdul Manaf Siregar Resmi Pimpin Organisasi, Bawa Semangat Baru Mahasiswa Labuhanbatu di Perantauan
Rakerwil GPA Sultra Perkuat Kaderisasi, Gerakan Sosial, Dan Kemandirian Ekonomi Pemuda Konawe Utara
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Dengan Sigap Petugas Rutan Jakarta Pusat Tangkap Penyelundup Diduga Barang Terlarang jenis ETOMIDATE
Pelayanan Humanis Polri dalam Mengawal Penyampaian Aspirasi Masyarakat, guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Kalapas Cibinong Dinonaktifkan, Aktivis Nasional : Bukti Komitmen Menteri Imipas Agus Andrianto Tegakkan Disiplin di Imipas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Banjir di Bambel, Keselamatan Warga dan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Tertib Berlalu Lintas Jadi Prioritas, Polres Aceh Tenggara Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Dewan Pengawas Baitul Mal Aceh Tenggara Desak TAPK dan Pengelola Keuangan Daerah Jelaskan Keterlambatan Gaji 6 Bulan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:58 WIB

Ada Apa Sebenarnya di Balik Penangkapan Buron Lapas Kutacane yang Berujung Kematian, Transparansi Keterangan Medis Dipertanyakan

Berita Terbaru