Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

DETIK 1 NEWS

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

5071 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ACEH TENGGARA – Banjir susulan kembali menerjang permukiman warga di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Luapan air tidak hanya merendam badan Jalan Nasional, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air dengan ketinggian selutut orang dewasa menutupi badan jalan dan membawa material lumpur tebal. Kondisi diperparah oleh kendaraan truk yang menerobos genangan, sehingga gelombang air terdorong masuk ke rumah-rumah warga yang berada di pinggir jalan.

Peristiwa banjir tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026 malam, dipicu derasnya hujan di kawasan hulu. Ironisnya, menurut keterangan warga, banjir di desa tersebut kerap terjadi bahkan ketika wilayah desa sendiri tidak diguyur hujan. Pola banjir berulang ini mengindikasikan adanya persoalan serius pada sistem aliran sungai dan infrastruktur yang hingga kini dibiarkan tanpa penanganan tuntas.

Tokoh muda Desa Kuning I, Sahidi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan di desanya yang rendah dan mengalami pendangkalan diduga menjadi penyebab utama luapan air tidak tertampung. Namun keluhan yang telah berulang kali disampaikan warga belum mendapat respons konkret dari instansi berwenang.

“Setiap datang hujan, desa kami selalu kebanjiran. Terkadang tidak hujan pun banjir. Air bahkan masuk ke rumah warga ketika truk melintas dan menerobos genangan di Jalan Nasional. Kami menduga kondisi jembatan di Desa Kuning I yang rendah dan mengalami pendangkalan turut memperparah luapan air. Namun, sampai saat ini belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan ini,” ujar Sahidi.

Kerasnya kritik warga bukan tanpa alasan. Banjir yang terus berulang bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan cerminan lemahnya perencanaan dan lambannya penanganan infrastruktur. Jalan Nasional yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi justru berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Warga menilai penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan reaktif. Tidak ada kajian teknis yang transparan mengenai kapasitas sungai, kondisi jembatan, serta sistem drainase di kawasan tersebut. Akibatnya, masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung kerugian, sementara persoalan yang sama kembali terulang.

Berulangnya banjir di Desa Kuning I seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun langsung, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menyampaikan rencana penanganan yang jelas, terukur, dan permanen. Bukan sekadar meninjau saat banjir datang, lalu menghilang ketika air surut.

Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata, bukan janji penanganan. Sebab jika kondisi jembatan dan pendangkalan sungai terus dibiarkan, banjir susulan hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali merendam rumah warga dan Jalan Nasional. (*)

Berita Terkait

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir
Respons Cepat Pascabanjir, Kapolres Agara Pimpin Pengerahan Personel Polres dan Brimob Bantu Warga Desa Kuning I
Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu
Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I
Lapas Kutacane Sampaikan Runtutan Penanganan Ishak Alias Ical dari Penjemputan di Simpang Semadam Hingga ke IGD RSUD
Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan
Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Tak Sekadar Instruksi, Kapolres Aceh Tenggara Turun Langsung Berjibaku Bersihkan Jalan Nasional dan Rumah Warga Pascabanjir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Laksanakan Program Poliran Kapolri, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Perkuat Kemitraan dan Serap Aspirasi Warga, Polres Aceh Tenggara Gelar FKPM di Desa Perapat Hulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Luapan Air Rendam Jalan Lintas Kutacane–Medan, Polres Aceh Tenggara Atur Arus Lalu Lintas Di Desa Kuning I

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Lapas Kutacane Sampaikan Runtutan Penanganan Ishak Alias Ical dari Penjemputan di Simpang Semadam Hingga ke IGD RSUD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Operasi Patuh Seulawah 2026, Satlantas Polres Aceh Tenggara Edukasi Pengguna Jalan Lewat Stiker Keselamatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kobarkan Semangat Persatuan, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Relawan Prabowo Suarakan Jeritan Warga Aceh Tenggara, Jembatan Kuning I Disorot, Pembangunan Jembatan Bailey Mendesak

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Sarang Narkoba Polda Riau Sita 100 Kg Narkotika

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:13 WIB